Baca 3 Menit: Apa Puncak Gunung Tertinggi di Jepang?

On THIS PAGE Jump to
Author image
Ditulis oleh Maria Gomez
Nov 25, 2025 6-menit baca

Sebuah lukisan yang menakjubkan menjadi kenyataan – itulah Gunung Fuji! Puncak tertinggi di Jepang ini bukan hanya sekadar pemandangan indah seperti di kartu pos, tetapi juga perpaduan harmonis antara alam dan tradisi.

Baik Anda ingin menikmati keindahan alamnya atau menantang diri dengan pendakian yang menyegarkan, saya akan memandu Anda melalui semua informasi penting yang perlu Anda ketahui sebelum mengunjungi gunung legendaris ini.

Jangan lupa untuk membawa iRoamly Japan travel eSIM Anda agar tetap terhubung, bahkan di daerah terpencil sekalipun, sehingga Anda dapat berbagi setiap momen menakjubkan dengan segera!

Gunung Fuji, Puncak Tertinggi Jepang

Apa gunung tertinggi di Jepang?

Gunung Fuji adalah gunung tertinggi di Jepang, dengan ketinggian 3.776 meter (12.389 kaki). Keindahannya yang simetris bagaikan kartu pos, menjadikan gunung berapi aktif yang ikonik ini sangat penting secara budaya dan spiritual.

Terletak di Pulau Honshu, Gunung Fuji dapat terlihat dari Tokyo pada hari yang cerah. Setiap tahun, ratusan ribu orang mengunjungi lerengnya. Bentuk kerucutnya yang hampir sempurna, hasil dari letusan di masa lalu, sangat digemari dalam seni dan fotografi, melambangkan keindahan dan kekuatan dalam ikonografi Jepang. Meskipun terlihat tenang, gunung ini terakhir kali meletus hebat pada tahun 1707.

Mengapa disebut Gunung Fuji?

Nama "Fuji" dipercaya berasal dari bahasa Ainu yang berarti "kehidupan abadi". Menarik, bukan? Gunung ini kaya akan makna spiritual, dengan para peziarah yang datang selama berabad-abad. Kedamaian dan ketenangan mudah ditemukan di kuil-kuil yang mengelilingi kaki gunung ini.

Tempat Terbaik untuk Menikmati Pemandangan

1. Danau Kawaguchi

Air yang tenang mencerminkan keindahan Gunung Fuji, dikelilingi dedaunan merah dan keemasan di musim gugur, serta hamparan salju di musim dingin.

Danau Kawaguchi

  • Lokasi: Fujikawaguchiko, Prefektur Yamanashi.

  • Tips terbaik: Kunjungi saat musim gugur untuk mendapatkan pantulan terbaik, atau datang pagi-pagi sekali saat air danau masih tenang. Tidak ada biaya masuk.

2. Pagoda Chureito

Pagoda lima lantai ini adalah salah satu lokasi foto klasik Gunung Fuji, terutama saat dihiasi bunga sakura atau warna-warni daun musim gugur.

  • Lokasi: Taman Arakurayama Sengen, Kota Fujiyoshida.

  • Tips terbaik: Daki saat matahari terbit untuk menghindari keramaian dan mendapatkan cahaya yang indah, tetapi ketahuilah bahwa saat musim sakura dan musim gugur tempat ini sangat ramai. Gratis untuk dikunjungi.

3. Oshino Hakkai

Delapan kolam jernih di desa yang asri menawarkan pengalaman melihat Gunung Fuji yang lebih alami, dengan bangunan beratap jerami tradisional dan taman-taman hijau yang menyempurnakan pemandangan.

Oshino Hakkai

  • Lokasi: Oshino, Prefektur Yamanashi.

  • Tips terbaik: Jelajahi desa dengan santai, cicipi hasil bumi lokal, dan cari oleh-oleh unik dari Jepang sambil menikmati pemandangan. Tidak ada biaya masuk.

4. Gotemba Premium Outlets

Berbelanja di kaki Gunung Fuji, di mana merek-merek desainer ternama hadir dengan latar belakang pemandangan gunung yang megah, yang bisa dilihat dari food court atau berbagai toko.

  • Lokasi: Kota Gotemba, Prefektur Shizuoka.

  • Tips terbaik: Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat cuaca cerah, tetapi ada banyak pilihan tempat berbelanja dan bersantap juga. Ini juga tempat yang tepat untuk mencari tahu apa saja yang bisa dibeli di Jepang sambil menikmati pemandangan. Tidak ada biaya untuk menikmati pemandangan.

5. Festival Fuji Shibazakura

Pemandangan menakjubkan hamparan bunga shibazakura merah muda yang menyerupai karpet bertemu dengan kemegahan Gunung Fuji di festival musim semi yang meriah ini.

Fuji Shibazakura Festival

  • Lokasi: Diadakan di Fuji Motosuko Resort, dekat Danau Motosu.

  • Tips terbaik: Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat bunga sedang mekar sempurna, biasanya dari pertengahan April hingga akhir Mei. Ada biaya masuk untuk acara tahunan ini.

Lima Fakta yang Perlu Anda Ketahui tentang Gunung Fuji

Gunung Fuji sepenuhnya merupakan gunung berapi komposit. Kerucut vulkaniknya yang simetris dan indah inilah yang menjadikannya ikon Jepang. Berikut beberapa fakta khusus tentang gunung ini.

  1. Jenis: Stratovolcano, dicirikan dengan letusan eksplosif dan aliran piroklastik.

  2. Sejarah: Dasar tempat Gunung Fuji berdiri mulai terbentuk sekitar 10.000 tahun lalu. Lapisan terbaru terbentuk akibat letusan dari Komitake, sebuah kawah sampingan, pada tahun 1707, selama zaman Edo.

  3. Larangan Gender: Wanita tidak diizinkan mendaki Gunung Fuji hingga tahun 1868. Pada tahun 1867, Fanny Parkes, seorang jurnalis perjalanan dari Wales, menjadi wanita pertama yang mendaki gunung ini. Pemerintah mencabut larangan ini pada tahun 1872.

Mengenai batasan gender di Gunung Fuji

  1. Pendakian Pertama: Seorang biarawan secara umum dianggap sebagai orang pertama yang mendaki gunung ini, pada tahun 663 M.

  2. Musim Pendakian: Musim pendakian resmi berlangsung dari awal Juli hingga pertengahan September, ketika cuaca paling stabil dan curah salju paling rendah.

Mendaki Gunung Fuji

Bagaimana rasanya di puncak?

Mendaki Gunung Fuji memberikan pengalaman berbagai suasana saat Anda naik. Mulai dari kaki gunung yang berhutan hingga mendekati area yang menyerupai permukaan bulan di sekitar stasiun kelima (Fujisan-gogome), situasinya terus berubah. Tumbuhan hampir tidak terlihat, dan permukaan tanah didominasi oleh batuan vulkanik dan abu. Pendakian terasa semakin berat seiring ketinggian, baik secara fisik maupun mental.

Setelah melewati stasiun kelima, lingkungan menjadi lebih menantang dan tidak bersahabat. Udara semakin tipis dan dingin. Kondisi cuaca bisa berubah dengan cepat, suhu yang turun drastis dan angin kencang dapat mengejutkan pendaki yang kurang waspada atau tidak mempersiapkan diri dengan baik, bahkan di tengah musim panas. Salju masih bisa ditemukan di Gunung Fuji hingga bulan Agustus, dan suhu bisa turun hingga di bawah nol derajat Celsius, sementara kota-kota di sekitarnya terasa nyaman.

Rute Pendakian Gunung Fuji

Mendaki gunung ini dianggap sebagai ziarah, dengan berbagai jalur yang membuatnya dapat diakses oleh pendaki dengan berbagai tingkat kemampuan. Berikut adalah rute-rute yang paling umum, yang mendaki gunung dari arah yang berbeda, menawarkan pemandangan yang berbeda, dan membutuhkan waktu yang berbeda:

1. Jalur Yoshida

Jalur Yoshida

  • Titik Awal: Stasiun ke-5 di Jalur Fuji-Subaru

  • Waktu yang Dibutuhkan: Sekitar 6-8 jam untuk mendaki, 3-5 jam untuk turun

  • Fitur: Jalur yang paling populer, terkenal dengan banyaknya gubuk di sepanjang jalur dan kualitas jalannya. Pendaki dapat menikmati pemandangan matahari terbit yang indah dan pilihan untuk mendaki malam, menjadikannya jalur yang paling digemari.

2. Jalur Subashiri

  • Titik Awal: Stasiun ke-5 Subashiri

  • Waktu yang Dibutuhkan: Sekitar 6-8 jam untuk mendaki, 3-5 jam untuk turun

  • Fitur: Bergabung dengan Jalur Yoshida di stasiun ke-8. Menawarkan pendakian melewati hutan, memberikan keteduhan dan pemandangan dedaunan yang indah di awal musim.

3. Jalur Gotemba

Jalur Gotemba

  • Titik Awal: Stasiun ke-5 Gotemba

  • Waktu yang Dibutuhkan: Jalur terpanjang dengan waktu pendakian 7-10 jam, dan 3-6 jam untuk turun.

  • Karakteristik: Dimulai dari stasiun ke-5 yang paling rendah, jalur yang tertutup abu ini kurang terawat dibandingkan jalur lainnya, sehingga bisa licin. Membutuhkan pendakian yang lebih lama, tetapi menawarkan pemandangan indah di stasiun ke-9, dari sana Anda juga bisa mencoba pendakian yang menantang ke Hakusan.

4. Jalur Fujinomiya

  • Titik Awal: Stasiun ke-5 Fujinomiya

  • Waktu yang Dibutuhkan: Sekitar 5-7 jam untuk mendaki, 2-4 jam untuk turun

  • Fitur: Jalur terpendek dan tercuram menuju puncak. Sepertiga bagian atas jalur menawarkan pemandangan indah lautan awan di bawah. Jalur ini cenderung tidak terlalu ramai, dan umumnya lebih bersih.

Tips Mendaki

Anda bisa mengikuti tur mendaki gunung musiman, atau mendaki sendiri dengan mempersiapkan perlengkapan yang sesuai. Kenakan sepatu yang kuat, pakaian berlapis (karena semakin dekat ke puncak, suhu akan semakin dingin), dan pastikan Anda membawa air yang cukup. Tongkat pendakian akan membantu Anda melewati tanjakan yang curam dan bebatuan yang lepas.

Mencapai puncak dapat memakan waktu sekitar enam jam, dan tiga jam lagi untuk turun. Jadi, mulailah perjalanan Anda lebih awal untuk menghindari turun saat hari sudah gelap.

Tips mendaki

Ingatlah bahwa ini bukan lomba. Nikmati pemandangannya!

FAQ

1. Mengapa Gunung Fuji terkenal?

Karena bentuknya yang ikonik dan signifikansi budayanya. Gunung Fuji telah menjadi inspirasi seni dan cerita selama berabad-abad.

2. Apakah seluruh wilayah Jepang berupa pegunungan?

Tidak, tidak seluruh wilayah Jepang adalah pegunungan, namun sebagian besar wilayahnya bergunung-gunung.

3. Apakah Gunung Fuji adalah gunung berapi aktif?

Ya, Gunung Fuji masih aktif. Namun, gunung ini belum meletus selama lebih dari 300 tahun.

4. Kapan terakhir kali Gunung Fuji meletus?

Terakhir kali Gunung Fuji meletus adalah pada bulan Desember 1707 saat letusan Hoei. Letusan ini menciptakan kawah baru dan puncak kedua di sisi gunung, kira-kira di bagian tengah lerengnya.

Ikhtisar

Berkunjung ke Gunung Fuji adalah seperti mengunjungi dunia lain: sebuah tempat dengan keindahan, kedamaian, dan ketenangan. Entah Anda datang untuk mengambil foto yang sempurna, mendaki jalur-jalurnya, atau sekadar menikmati kehadirannya, Gunung Fuji menawarkan sesuatu untuk semua orang.

Ini lebih dari sekadar gunung; ia adalah simbol keajaiban alam dan ikon warisan Jepang. Jadi, siapkan tas Anda – ayo kita ke Gunung Fuji!