Panduan Lengkap: Obat yang Tak Diizinkan di Jepang

On THIS PAGE Jump to
Author image
Ditulis oleh Isabella Torres
Nov 26, 2025 4-menit baca

Saat mengunjungi Jepang, Anda perlu tahu tentang undang-undang tentang obat-obatan yang ketat di negara tersebut.

Jepang memiliki daftar obat-obatan yang diizinkan untuk diimpor ke negara tersebut, dan obat-obatan yang umum diresepkan di berbagai negara mungkin termasuk dalam daftar yang dilarang. 

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan hal-hal yang perlu Anda ingat saat berurusan dengan bea cukai Jepang sehingga Anda dapat menghindari masalah dan menikmati perjalanan yang bebas stres.

Sampul Obat-obatan yang Tidak Diizinkan di Jepang

Memahami Pembatasan Obat di Jepang

Di Jepang, obat-obatan dibagi menjadi kelas-kelas yang berbeda, masing-masing dengan aturan sendiri:

1. Obat-obatan Terlarang

Zat-zat berikut dilarang secara global, terlepas dari legalitasnya di negara lain:

  • Narkoba dan Prekursor Dilarang: Heroin, opium, metamfetamin, dan amfetamin adalah ilegal.

  • Obat dengan Kandungan Stimulan: Obat apa pun yang mengandung stimulan, seperti pseudoefedrin (ditemukan di banyak obat alergi dan sinus), dilarang.

  • Obat-obatan yang Mengandung Kodein: Obat-obatan dengan kodein juga dilarang.

Membawa mereka ke Jepang berarti mencari masalah dan bisa membuat Anda ditangkap dan ditahan, bahkan dengan resep dari negara asal Anda.

Tidak Ada Narkoba di Jepang

2. Obat Resep

Untuk beberapa obat resep — termasuk narkotika dan psikotropika — Anda memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Jepang:

  • Izin Awal Diperlukan: Jika Anda bepergian dengan obat-obatan resep di atas, Anda perlu mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang sebelum Anda tiba di Jepang.

  • Persyaratan Tambahan: Catatan dari dokter Anda yang menjelaskan mengapa Anda perlu minum obat tersebut, nama Anda, kondisi medis, dosis obat, dan tanda tangan dokter.

3. Obat Bebas (OTC)

Meskipun beberapa obat OTC atau obat yang dijual bebas diizinkan, banyak yang sangat diatur berdasarkan kandungannya:

  • Obat Bebas yang Diizinkan: Pasokan dua bulan obat bebas yang diizinkan dapat dibawa masuk bebas bea.

  • Obat Bebas yang Dibatasi: Anda tidak dapat membawa masuk obat-obatan yang mengandung pseudoefedrin, kodein, atau stimulan tertentu.

Menangani Obat-obatan Pribadi: Tips Utama untuk Wisatawan

Saat bepergian ke Jepang, membawa obat-obatan pribadi Anda memerlukan persiapan sejak dari rumah untuk memastikan Anda memenuhi semua persyaratan yang berlaku.

Berikut adalah beberapa strategi bermanfaat yang sebaiknya Anda pertimbangkan:

1. Bawa Obat-obatan di Tas Jinjing:

Jika Anda mengonsumsi obat-obatan, pastikan untuk selalu membawa obat-obatan tersebut di dalam tas jinjing Anda. Hal ini sangat penting terutama jika Anda memerlukan obat tertentu selama penerbangan. Selain itu, akan lebih mudah untuk menunjukkannya kepada petugas bea cukai di Jepang.

2. Dapatkan Label Resep dalam Bahasa Jepang:

Akan sangat membantu jika Anda membawa label obat-obatan dalam bahasa Jepang untuk ditunjukkan kepada petugas bea cukai jika mereka memiliki pertanyaan atau kekhawatiran. Hal ini tidak wajib, tetapi menunjukkan label berbahasa Jepang dapat mempercepat proses pemeriksaan jika diperlukan.

Inspeksi Bea Cukai Jepang

3. Pahami Batasan yang Berlaku:

Meskipun peraturan di Jepang memperbolehkan membawa obat-obatan bebas maupun obat resep untuk penggunaan selama dua bulan, jumlah yang diizinkan hanya untuk satu bulan. Jika jumlahnya melebihi untuk satu bulan, "Yakkan Shomei" (sertifikat impor) akan diperlukan, dan proses pengurusannya dapat memakan waktu.

4. Obat-obatan untuk Kondisi Kronis:

Wisatawan dengan kondisi kronis, seperti diabetes, asma, atau epilepsi, sebaiknya membawa obat-obatan yang cukup untuk seluruh perjalanan mereka. Jika obat tersebut termasuk dalam daftar zat yang dikendalikan di Jepang, pastikan untuk selalu mendapatkan izin yang sesuai sebelum kedatangan.

5. Obat-obatan untuk Penyakit Umum Saat Bepergian

Obat-obatan yang mungkin Anda perlukan di Jepang antara lain:

  • Obat Pilek dan Flu: Anda tidak dapat membawa sebagian besar obat pilek yang dijual bebas yang mengandung pseudoephedrine atau codeine. Namun, ada pilihan lain selain obat pilek dan flu biasa yang tersedia di Jepang, seperti tablet obat flu atau permen pelega tenggorokan.

  • Perda Nyeri dan Antasida: Anda dapat membawa obat-obatan yang dijual bebas seperti aspirin, ibuprofen, dan antasida. Jika Anda memiliki merek tertentu yang Anda sukai, bawalah persediaan dari rumah karena beberapa produk mungkin tidak tersedia.

Apotek Jepang

Memastikan Kepatuhan: Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Anda Pergi

Jika Anda ingin menghindari komplikasi terkait obat-obatan saat tiba di Jepang, sebaiknya lakukan langkah-langkah berikut jauh sebelum keberangkatan:

1. Cari Tahu tentang Peraturan Obat

Pastikan Anda mencari tahu peraturan obat terbaru yang berlaku di Jepang. Selalu periksa obat-obatan apa saja yang diizinkan dibawa dan dokumen apa yang diperlukan. Situs Kementerian Kesehatan Jepang atau Kedutaan Besar Jepang biasanya menyediakan informasi terkini. Beberapa orang bahkan tidak mengalami masalah saat membawa obat-obatan mereka.

2. Konsultasikan dengan Dokter Anda

Diskusikan penggunaan obat-obatan Anda dengan dokter. Dokter mungkin dapat menyesuaikan resep dan memberikan dokumen yang Anda butuhkan.

3. Hubungi Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang

Jika Anda tidak yakin apakah suatu jenis obat diizinkan masuk ke Jepang, sebaiknya hubungi Kementerian Kesehatan terlebih dahulu.

Deklarasi Pabean Jepang

Apa yang Harus Dilakukan Jika Obat Resep Anda Disita di Perbatasan

Namun, jika obat resep Anda disita oleh petugas bea cukai, berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

1. Tetap Tenang dan Bersikap Kooperatif:

Jangan membantah jika petugas bea cukai memberitahu bahwa obat Anda tidak diizinkan. Mereka mungkin akan meminta bukti bahwa Anda membutuhkannya. Tetap tenang, berikan dokumen yang diperlukan, dan bekerjasama dengan petugas.

2. Ajukan Penangguhan Sementara:

Jika Anda tidak memiliki dokumen lengkap, pihak bea cukai dapat memberikan penangguhan sementara. Ini memungkinkan Anda untuk mengurus dokumen atau mengajukan izin impor dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan.

Bea Cukai Jepang

3. Minta Saran dan Bantuan dari Kedutaan Besar:

Jika obat Anda disita dan Anda tidak memiliki resep atau dokumen medis, mintalah bantuan konsuler dari kedutaan besar Anda. Mereka dapat memberikan informasi hukum dan membantu berkoordinasi dengan pejabat setempat.

FAQ

1. Bagaimana cara mendapatkan sertifikat impor untuk obat-obatan saya?

Anda bisa mempelajari lebih lanjut dan memperoleh Yakkan Shomei di situs web Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Jepang, atau hubungi Kedutaan Besar Jepang di negara asal Anda untuk mengajukan permohonan. Proses ini bisa memakan waktu berminggu-minggu, jadi lakukan jauh hari sebelumnya.

2. Apakah obat bebas (over-the-counter) tersedia di Jepang?

Ya, berbagai macam obat bebas tersedia di apotek di Jepang untuk penyakit umum seperti gejala flu dan pilek, serta pereda nyeri dan masalah pencernaan.

3. Bisakah saya mengisi ulang resep obat saya di Jepang?

Anda juga bisa menemui dokter setempat untuk mendapatkan resep obat yang setara dengan obat-obatan yang rutin Anda konsumsi. Namun, resep dari negara asal Anda terkadang tidak dapat diterima.

4. Apakah saya memerlukan asuransi perjalanan untuk obat resep di Jepang?

Saya sangat menyarankan untuk memiliki asuransi perjalanan yang melindungi Anda dari biaya pengobatan – termasuk biaya obat resep. Dalam keadaan darurat, asuransi dapat mengurangi biaya konsultasi dokter dan pembelian obat-obatan.

Kesimpulan

Tidak ada alasan untuk khawatir tentang membawa obat-obatan ke Jepang, asalkan Anda memiliki pemahaman dasar tentang peraturan yang berlaku dan tidak menunda persiapan hingga menit-menit terakhir.

Pastikan obat-obatan Anda legal, berlabel dengan benar, dan dibawa dalam jumlah yang sesuai kebutuhan. Dengan begitu, Anda dapat bepergian tanpa cemas dan tetap bisa menikmati keindahan negara ini sambil menjaga kesehatan.