Jepang tidak memiliki satu pun hewan resmi, tetapi memiliki beberapa simbol hewan nasional yang mewakili budaya dan tradisi Jepang.
Kita akan membahas dua simbol nasional – burung pegar hijau Jepang dan ikan koi – serta dua hewan yang penting secara budaya, yaitu macaque Jepang dan rusa sika. Kita akan fokus pada pentingnya masing-masing hewan dan tempat terbaik untuk menemukan mereka.
Saat Anda menjelajahi ikon budaya ini, iRoamly Japan travel eSIM akan memastikan Anda tetap terhubung! Sekarang, mari kita mulai petualangan kita!

Burung Pegar Hijau Jepang (Phasianus versicolor)
Burung pegar hijau, atau Phasianus versicolor, telah berada di kepulauan Jepang selama jutaan tahun dan menjadi burung nasional Jepang sejak 1947. Ia adalah spesies endemik, yang tidak ditemukan di tempat lain di Bumi. Dalam sejarah Jepang, burung pegar hijau muncul dalam berbagai aspek, dari cerita rakyat hingga seni, sering melambangkan perubahan musim.
Fakta Menarik
Peran dalam Budaya: Suara burung pegar hijau dianggap sebagai pertanda baik, khususnya menjelang Tahun Baru.
Pola Makan dan Perilaku: Burung pegar hijau adalah omnivora, memakan biji-bijian, serangga, bahkan hewan kecil. Ia dikenal pemalu dan jarang terlihat langsung, namun suaranya atau gemerisik dedaunan tempatnya bersembunyi sering terdengar.

Di Mana Bisa Ditemukan
Burung pegar hijau dapat ditemukan di semua pulau utama Jepang – Honshu, Shikoku, dan Kyushu – di berbagai lingkungan, dari lahan pertanian datar hingga daerah pegunungan.
Mereka paling mudah ditemukan di daerah pedesaan yang jauh dari perkotaan, terutama pada pagi atau sore hari saat mereka aktif. Penggemar burung seringkali beruntung melihat mereka berjalan di tepi ladang dan dekat hutan, yang menjadi lokasi mereka mencari makan atau bertengger.
Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus)
Koi, atau Cyprinus rubrofuscus dalam bahasa ilmiah, pertama kali dikembangkan di Jepang lebih dari seribu tahun lalu karena mutasi warna-warni pada ikan mas biasa.
Keindahan pola dan warnanya membuat orang terus membudidayakannya dari generasi ke generasi untuk mempertahankan dan meningkatkan ciri khas tersebut. Namun, Koi bukan hanya sekadar ikan mas hias, mereka juga melambangkan keberanian dan ketekunan dalam budaya Jepang.
Reputasi ini sebagian berasal dari pengamatan bahwa Koi mampu berenang melawan arus. Lebih mengagumkan lagi, Koi bisa hidup sangat lama.
Fakta Menarik
Peran dalam Budaya: Dirayakan pada Hari Anak (Kodomo no Hi), salah satu hari libur nasional di Jepang, ikan Koi direpresentasikan oleh koinobori, yaitu umbul-umbul berbentuk ikan mas yang dipasang di rumah-rumah sebagai harapan agar anak-anak tumbuh bahagia dan kuat.
Rentang Hidup: Ikan Koi dapat hidup lebih dari 50 tahun dan menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Seekor Koi bernama Hanako bahkan dilaporkan hidup hingga usia 226 tahun.
Perilaku Sosial: Koi umumnya adalah hewan yang mudah bergaul, seringkali mendekati pengunjung dan bahkan makan dari tangan mereka di kolam yang sudah terbiasa dengan kehadiran manusia.

Tempat untuk Melihat
Ikan Koi dapat ditemukan di berbagai taman tradisional Jepang, taman kota, dan kolam Koi khusus di seluruh Jepang.
Tempat yang paling terkenal meliputi kolam di Istana Kekaisaran Tokyo dan taman-taman indah di Kyoto, di mana mereka dipelihara dalam kolam yang menyatu sempurna dengan desain keseluruhan taman tradisional Jepang. Menyaksikan ikan-ikan ini di lingkungan seperti itu memberikan ketenangan dan pesona estetika yang mendalam.
Makaka Jepang (Macaca fuscata)
Makaka Jepang, juga dikenal sebagai monyet salju, adalah jenis primata bukan manusia yang hidup paling utara di dunia. Makaka ini beradaptasi dengan baik terhadap iklim dingin, namun paling terkenal karena kebiasaan berendam di sumber air panas alami saat musim dingin. Tingkah laku dan kehidupan sosialnya yang kompleks menjadikannya fokus utama penelitian ilmiah, memberikan wawasan berharga tentang biologi serta evolusi primata, termasuk manusia.
Fakta Menarik
Peran dalam Budaya: Monyet salju telah menarik perhatian banyak penonton di berbagai film dokumenter tentang kehidupan liar di seluruh dunia, dan menjadi ikon budaya Jepang, terutama karena ketahanan dan kemampuan adaptasinya.
Pengaturan Suhu Tubuh: Saat terlihat di sumber air panas, monyet salju tidak hanya bersantai, tetapi juga sedang mengatur suhu tubuhnya selama musim dingin.
Adaptasi Pola Makan: Di musim dingin, mereka memakan kulit kayu, dedaunan, dan invertebrata kecil. Mereka juga pemakan oportunistik dan akan memakan apa saja yang bisa dimakan.

Tempat Terbaik untuk Melihat
Tempat terbaik untuk melihat Makaka Jepang di habitat aslinya adalah di Taman Monyet Jigokudani, Prefektur Nagano. Di sinilah Anda bisa melihat mereka mandi di sumber air panas alami, terutama saat musim dingin.
Terletak di tengah keindahan alam, taman ini memberikan kesempatan istimewa untuk mengamati makhluk luar biasa ini dari jarak dekat.
Taman Monyet Arashiyama Iwatayama di Kyoto juga merupakan tempat yang bagus untuk melihat makaka dari dekat. Di sini, hewan-hewan ini hidup bebas di lingkungan pegunungan dan diberi makan di bawah pengawasan.
Rusa Sika (Cervus nippon)
Meskipun Rusa Sika berasal dari Asia Timur, di Nara, Jepang, rusa ini sudah sangat melekat dengan kota itu, dan telah dianggap suci selama lebih dari seribu tahun.
Menurut legenda, Rusa Sika adalah utusan dewa dalam agama Shinto, kepercayaan utama di Jepang. Hal ini menyebabkan rusa-rusa ini dilindungi di Nara dan Miyajima. Tingkah laku mereka yang ramah dan rasa ingin tahu yang besar, ditambah dengan peran penting mereka bagi daerah tersebut, menjadikan Rusa Sika sebagai salah satu daya tarik utama saat mengunjungi kota-kota ini.
Fakta Menarik
Status Perlindungan: Rusa Sika di Nara dilindungi undang-undang dan tidak boleh dilukai atau diganggu. Pelanggaran terhadap aturan ini akan dikenakan hukuman berat, yang menjelaskan mengapa populasi Rusa Sika di wilayah ini sangat padat.
Perilaku: Rusa Sika dikenal jinak di dekat manusia, dan banyak yang membungkuk saat diberi makan. Perilaku ini kemungkinan dipelajari dan diperkuat dengan pengalaman positif, seperti mendapatkan makanan.
Makanan dan Adaptasi: Rusa Sika dapat memakan berbagai jenis makanan, termasuk rumput, dedaunan, dan buah-buahan yang jatuh dari pohon. Makanan dan habitat mereka menyesuaikan diri dengan musim.

Tempat untuk Melihat
Tempat paling terkenal untuk melihat Rusa Sika adalah Taman Nara, di mana mereka bebas berkeliaran di taman-taman kuil dan berbaur dengan para wisatawan. Rusa-rusa ini dikenal suka memakan kerupuk khusus yang dijual oleh pedagang lokal, sambil membungkuk sebagai tanda terima kasih. Pengunjung dapat menyaksikan pemandangan yang mempesona ini sambil mempelajari warisan budaya kota yang luar biasa di Kuil Todai-ji dan bangunan-bangunan kuno lainnya yang terletak di dekatnya.
Pulau Miyajima di dekat Hiroshima juga merupakan tempat penting untuk melihat rusa-rusa ini, yang hidup bebas di hutan. Keberadaan rusa sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pulau ini, sama seperti gerbang torii yang sebagian terendam air saat pasang.
Kesimpulan
Bepergian ke Jepang sambil mengamati keunikan satwa liarnya.
Jika Anda ingin tahu tentang hewan menarik di Jepang, bayangkan memberi makan ikan koi berwarna-warni di taman-taman klasik, melihat monyet salju bermalas-malasan di pemandian air panas saat musim gugur bersalju, atau menyapa rusa-rusa suci di sekitar kuil kuno. Setiap spesies satwa liar unik Jepang menghadirkan keindahan alam yang memukau.
Mulailah perjalanan untuk merasakan lanskap dan budaya yang berbeda, sambil menikmati petualangan. Selamat berlibur!