Top 10 Hewan Menarik di Jepang: Fakta dan Keunikan

On THIS PAGE Jump to
Author image
Ditulis oleh Maria Gomez
Nov 26, 2025 6-menit baca

Dalam artikel ini, kita akan membahas sepuluh hewan paling menarik di Jepang.

Kita akan mempelajari habitat alami, perilaku, dan beberapa fakta unik tentang mereka.

Jangan lupa untuk melengkapi ponsel Anda dengan iRoamly Jepang travel eSIM agar tetap terhubung dan membagikan pengalaman satwa liar Anda dengan teman-teman dan keluarga secara online. Ayo mulai!10 Hewan Menarik Teratas di Jepang

Tahukah Anda Ada Berapa Banyak Jenis Hewan di Jepang?

Bentuk Jepang yang memanjang dan sempit, serta iklimnya yang beragam, menjadi faktor penting yang mendukung keanekaragaman hayati yang kaya di negara ini.

Dengan lebih dari 90.000 spesies yang ditemukan di kepulauan Jepang, sering dikatakan bahwa Jepang memiliki sekitar 5.600 jenis tumbuhan berpembuluh dengan tingkat endemisitas 35%. Selain itu, terdapat 91 spesies mamalia (51% asli Jepang), 368 spesies burung (4% asli), 64 spesies reptil (44% asli), 58 spesies amfibi (76% asli), dan 214 spesies ikan (24% asli).

Mulai dari beruang cokelat Hokkaido hingga ular Habu di Okinawa, hanya sedikit kepunahan massal yang terjadi bahkan selama zaman es. Kondisi geografis Jepang yang terisolasi turut berperan dalam menciptakan proses evolusi unik bagi flora dan faunanya.

Hal yang menarik adalah, diskusi mengenai hewan nasional Jepang seringkali merujuk pada hewan-hewan ikonik seperti burung pegar hijau atau ikan koi.

Namun, sejak era Meiji, beberapa flora dan fauna endemik telah punah. Banyak spesies lainnya terancam punah akibat perburuan dan keberadaan spesies invasif. Serigala Jepang adalah salah satu contohnya.

10 Makhluk Paling Mempesona di Jepang

1. Macaque Jepang (Monyet Salju)

Dikenal sebagai monyet salju, Macaque Jepang sangat cocok untuk hidup di iklim dingin. Bulu mereka yang berwarna cokelat keabu-abuan tebal dan memberikan kehangatan, sangat kontras dengan wajah merah cerah mereka. Monyet-monyet ini hidup berkelompok dengan struktur sosial kompleks, memakan berbagai jenis makanan seperti buah-buahan, serangga, dan hewan kecil di alam liar.

Macaque Jepang (Monyet Salju)

Ukuran: Hingga 95 cm

Penampilan: Bulu tebal bahkan di tangan dan kaki

Habitat: Prefektur Nagano

Fakta Menarik: Mereka terkenal karena fotonya saat menikmati berendam di sumber air panas di musim dingin di Jepang, menggambarkan kedamaian di tengah lingkungan bersalju satwa liar Jepang.

2. Tanuki (Anjing Rakun Jepang)

Tidak sepenuhnya mitos, juga bukan sepenuhnya nyata, Tanuki—anjing rakun Jepang—terdapat perbedaan tipis antara fakta dan legenda. Hewan ini adalah omnivora oportunistik, yang memakan segalanya mulai dari serangga hingga buah-buahan, bahkan hewan-hewan kecil. Hewan nokturnal ini mencari makan di hutan dan bahkan di daerah pinggiran kota.

Ukuran: Panjang tubuh sekitar 60 cm

Penampilan: Berbadan besar, dengan bulu tebal dan ekor yang lebat

Habitat: Di seluruh Jepang

Fakta Menarik: Dikenal dalam cerita rakyat karena kemampuannya untuk berubah wujud, kemampuan adaptasinya adalah kunci mereka dapat bertahan hidup di berbagai lingkungan.

3. Salamander Raksasa Jepang

Salamander Raksasa Jepang adalah relik hidup, makhluk yang tidak berubah selama jutaan tahun. Sebagai salah satu salamander terbesar di dunia, kulit keriput dan cara berjalannya yang merangkak sangat menarik untuk disaksikan. Hewan nokturnal ini biasanya memakan ikan, serangga, atau mamalia kecil apa pun yang dapat ditangkapnya dengan rahangnya.

Ukuran: Tumbuh hingga 1,5 m

Penampilan: Tubuh besar berbintik-bintik

Habitat: Sungai-sungai pedesaan yang jernih dan dingin di Jepang

Fakta Menarik: Meskipun penampilannya aneh, salamander ini jarang terlihat karena kemampuannya untuk masuk ke dalam gua dan celah di bawah air. Kelangkaan mereka menyoroti keajaiban sungai-sungai di Jepang.

4. Burung Rail Okinawa

Burung yang tidak bisa terbang dan hanya ditemukan di Pulau Okinawa, Burung Rail Okinawa memiliki rasa ingin tahu yang besar meskipun memiliki paruh merah cerah. Suaranya khas dan sering terdengar sebelum terlihat. Burung Rail Okinawa sering menjadi target upaya konservasi karena statusnya yang hampir terancam punah akibat kerusakan habitat dan hewan pendatang.

Kereta Api Okinawa

Ukuran: Sekitar 30 cm

Penampilan: Paruh merah cerah, tidak bisa terbang

Habitat: Hutan Yanbaru yang lebat di Okinawa utara

Fakta Menarik: Karena rasa ingin tahunya, mereka sering mendekati manusia dengan berani, menjadikannya favorit para pengamat burung dan fotografer.

5. Serow Jepang

Serow Jepang adalah kambing-antelop dan wakil dari bentang alam pegunungan Jepang yang terjal. Hewan ini sering hidup sendiri atau dalam kelompok kecil dan menavigasi medan berbatu dan curam dengan mudah, berkat kuku tajam yang memungkinkannya mendaki medan yang sulit, serta bulu tebal yang melindunginya dari lingkungan pegunungan. Serow sangat berhati-hati dan waspada, dan akan membeku di tempat untuk menilai lingkungan sekitarnya sebelum melanjutkan perjalanan.

Ukuran: Tinggi sekitar 85 cm

Penampilan: Bulu tebal, kuku tajam

Habitat: Hutan gugur dan campuran di pulau-pulau utama Honshu, Shikoku, dan Kyushu

Fakta Menarik: Serow adalah simbol konservasi alam liar di Jepang, dihormati karena kegigihan dan kemampuannya untuk menghindari manusia, yang mencerminkan semangat liar wilayah pegunungan Jepang.

6. Beruang Hitam Ussuri

Beruang berukuran sedang ini dapat ditemukan di hutan Hokkaido, dengan bulu hitam lebat di leher, dan bercak putih yang khas di dadanya. Ia adalah omnivora, yang memakan buah-buahan, kacang-kacangan, dan ikan secara berkala. Sebagai pemanjat yang hebat, ia sering beristirahat atau mencari makan di pepohonan.

Ukuran: Panjang sekitar 1,5 m

Penampilan: Bulu hitam, bercak putih di dada

Habitat: Hutan lebat di pulau itu

Fakta Menarik: Kecenderungan beruang hitam untuk memanjat, bahkan hingga dewasa, sangat menarik untuk disaksikan. Pemandangan beruang hitam Ussuri dewasa yang duduk di pohon, sambil makan buah beri atau bersantai, adalah pemandangan yang langka.

7. Kucing Iriomote

Dengan perkiraan populasi hanya antara 100 dan 109 ekor, Kucing iroamly adalah salah satu spesies kucing liar terlangka yang tersisa. Hewan ini endemik di pulau Iriomote, tempat ia menjelajahi hutan subtropis, dengan bulunya yang gelap sebagai kamuflase sempurna di bawah bayangan lembap. Kucing nokturnal ini memakan sebagian besar makhluk kecil, dan dicintai oleh penduduk setempat karena kelincahannya, tetapi sifatnya yang penyendiri membuatnya tersembunyi dari pandangan.

Kucing Iriomote

Ukuran: Panjang sekitar 50 cm

Penampilan: Bulu cokelat tua, telinga bulat

Habitat: Hutan subtropis

Fakta Menarik: Sifat Kucing Iriomote yang tertutup, ditambah dengan statusnya yang sangat terancam punah, memberikan kesan misteri dan urgensi dalam bidang konservasi hewan.

8. Rusa Sika

Rusa Sika yang anggun sering terlihat di sebagian besar wilayah Jepang, berkembang biak di lingkungan liar dan perkotaan. Di beberapa tempat seperti Nara dan Miyajima, mereka dianggap suci dan dapat berkeliaran dengan bebas serta berinteraksi dengan manusia. Rusa Sika adalah herbivora generalis, yang memakan berbagai jenis rumput dan dedaunan. Mereka juga dikenal karena bulunya yang indah, yang berubah dari cokelat muda di musim panas menjadi abu-abu gelap di musim dingin.

Ukuran: Tinggi hingga 1m di bahu.

Penampilan: Warna bulu berubah sesuai musim.

Habitat: Hutan dan padang rumput di Jepang.

Fakta Menarik: Di beberapa tempat, seperti Nara, rusa adalah bagian dari budaya dan juga satwa liar, mereka membungkuk kepada orang-orang yang menawarkan makanan ringan, menjembatani kesenjangan antara alam dan tradisi.

9. Kunang-Kunang Jepang

Dikenal karena menciptakan cahaya seperti dalam dongeng di malam musim panas, Kunang-Kunang Jepang adalah harta karun bioluminesen yang umumnya ditemukan di sekitar sungai dan hutan selama bulan-bulan hangat. Kunang-kunang adalah ikon musim panas di Jepang, dan sering muncul dalam festival dan karya seni musim panas. Cahaya yang mereka pancarkan bukan hanya untuk pertunjukan – pola cahaya tersebut membantu jantan dan betina menemukan satu sama lain dalam kegelapan. Kehadiran kunang-kunang juga merupakan indikator lingkungan, karena mereka membutuhkan air bersih untuk bertahan hidup.

Kunang-Kunang Jepang

Ukuran: Panjang 1,5cm.

Penampilan: Perut yang memancarkan bioluminesensi.

Habitat: Sungai dan aliran air dengan air bersih.

Fakta Menarik: Musim kawin bukan hanya tontonan cahaya yang indah tetapi juga acara tradisional, dan banyak orang mengadakan pesta untuk melihat kunang-kunang selama musim ini.

10. Rubah Terbang Ryukyu

Rubah Terbang Ryukyu adalah jenis kelelawar buah yang berasal dari hutan buah subtropis di Kepulauan Ryukyu. Di malam hari, mamalia yang sebagian besar aktif di malam hari ini menggunakan penglihatan tajam mereka untuk mencari makanan, terutama buah-buahan. Dengan memakan buah dan bertengger, rubah terbang membantu penyerbukan bunga dan penyebaran biji. Rubah Terbang Ryukyu adalah hewan sosial, dan Anda dapat melihatnya bertengger dalam kelompok besar di siang hari.

Ukuran: Rentang sayap bisa mencapai 1,5 m.

Penampilan: Mata besar dan hidung runcing.

Habitat: Hutan subtropis di Kepulauan Ryukyu.

Fakta Menarik: Sebagai penyerbuk dan penyebar biji, kelelawar ini sangat penting untuk kesehatan habitat hutan, yang menunjukkan hubungan simbiosis antara hewan di wilayah tropis.

Kesimpulan

Keajaiban dunia hewan yang rapuh ini menawarkan wawasan tentang dunia alami dan budaya Jepang. Dari rusa yang rendah hati hingga rubah yang lincah, masing-masing membantu menenun permadani cemerlang dari ruang alami Jepang. 

Baik Anda merencanakan kunjungan atau hanya berkhayal, kehidupan liar Jepang menceritakan keindahan dan ketahanan alam.