Pakaian apa yang sebaiknya dikenakan di Jepang?
Mengetahui apa saja yang perlu dikemas sangatlah penting, karena iklim Jepang yang beragam sepanjang tahun dapat sangat memengaruhi kenyamanan dan gaya Anda. Mulai dari festival-festival yang meriah hingga kunjungan ke kuil-kuil yang tenang, pakaian yang tepat dapat meningkatkan setiap aspek perjalanan Anda.
Selain membawa barang-barang penting, jangan lupa untuk membawa iRoamly Jepang travel eSIM agar tetap terhubung sepanjang perjalanan Anda, baik saat menjelajahi kota-kota atau membagikan pengalaman dengan orang-orang terkasih secara online.
Sekarang, mari kita lihat pilihan pakaian terbaik untuk setiap musim!
Musim Semi (Maret hingga Mei)

Iklim: Pada musim semi, suhu terasa nyaman berkisar antara 10-20°C, disertai angin sejuk yang menyegarkan. Bunga sakura bermekaran menciptakan pemandangan yang indah.
Pakaian Sehari-hari: Teknik melapisi pakaian sangat penting saat musim semi di Tokyo. Sebagai lapisan dasar, cukup gunakan kaos katun. Kemudian, tambahkan kemeja lengan panjang untuk kehangatan, serta jaket ringan tahan air untuk melindungi dari hujan yang tidak terduga.
Sepatu kets yang nyaman dan modis sangat cocok untuk berjalan-jalan sepanjang hari di kota atau taman.
Pakaian untuk Acara: Jika Anda berencana mengunjungi festival bunga sakura, atau Hanami, mengenakan kimono kasual yang ringan adalah cara yang tepat untuk menikmati budaya setempat sambil bersenang-senang di alam terbuka.
Musim Panas (Juni hingga Agustus)

Iklim: Musim panas di Jepang cenderung panas dan lembap, dengan suhu sering kali melebihi 30°C, disertai hujan yang turun secara berkala.
Pakaian sehari-hari: Bahan alami seperti linen dan bambu akan sangat membantu Anda tetap sejuk di Kyoto. Pakaian yang ringan dan longgar sangat disarankan. Jangan lupa topi lebar dan kacamata hitam UV untuk melindungi diri dari sengatan matahari. Bawalah juga jas hujan tipis atau payung lipat sebagai persiapan jika hujan deras tiba-tiba.
Pakaian untuk acara khusus: Festival musim panas adalah waktu yang tepat untuk memakai yukata, yaitu kimono ringan dan berwarna cerah yang cocok untuk musim ini. Alas kaki tradisionalnya adalah geta, sandal kayu khas Jepang.
Musim Gugur (September hingga November)

Iklim: Jauh lebih sejuk, dengan suhu bervariasi dari 20°C di awal musim hingga di bawah 10°C menjelang musim dingin. Daun-daun mulai berubah warna, menciptakan pemandangan yang sangat indah.
Pakaian sehari-hari: Kenakan beberapa lapis pakaian karena suhu yang berubah-ubah. Kemeja lengan panjang yang lembut, sweater hangat, dan jaket anti angin adalah pilihan tepat. Sepatu bot atau sepatu nyaman juga cocok untuk bepergian.
Pakaian untuk acara: Musim gugur menyajikan festival budaya, kesempatan sempurna untuk mengenakan kimono dengan warna yang lebih kalem dan alami, sesuai dengan musimnya.
Musim Dingin (Desember hingga Februari)

Iklim: Musim Dingin di Jepang bisa sangat keras, terutama di wilayah utara seperti Hokkaido yang suhunya bisa mencapai di bawah nol derajat Celsius. Namun, di wilayah selatan, cuacanya hanya terasa dingin.
Pakaian sehari-hari: Teknik berlapis adalah kunci untuk menahan dingin sekaligus menyesuaikan suhu tubuh saat berada di dalam ruangan. Mulailah dengan pakaian dalam termal, tambahkan lapisan bulu atau wol, dan pakai mantel tebal berinsulasi. Sepatu bot anti air yang dilengkapi insulasi sangat penting untuk berjalan di atas salju atau es.
Pakaian untuk acara khusus: Festival musim dingin, seperti Festival Salju Sapporo, menjadikan mantel musim dingin sebagai kebutuhan utama. Untuk acara formal, Anda bisa mencoba mengenakan kimono elegan yang dipadukan dengan pakaian termal.
Apa yang Sebaiknya Tidak Dipakai di Jepang
Pakaian yang Tidak Disarankan: Jepang memiliki masyarakat modern yang masih cukup konservatif. Hindari mengenakan pakaian yang terlalu santai atau tidak pantas saat mengunjungi kuil atau tempat-tempat penting lainnya. Selain itu, meskipun pakaian terbuka umumnya tidak disukai, alas kaki yang tidak praktis bisa menjadi masalah yang lebih besar karena Anda harus melepas sepatu saat memasuki rumah atau banyak restoran tradisional.
Jumlah Pakaian Sesuai Lama Perjalanan: Sebagai panduan umum, usahakan untuk membawa satu atau dua set pakaian lengkap untuk setiap hari perjalanan Anda, ditambah satu set tambahan untuk berjaga-jaga jika ada perubahan rencana atau acara tak terduga. Ini akan mempermudah pengepakan dan memastikan Anda siap menghadapi berbagai situasi.
Pertimbangkan Rencana Harian: Sesuaikan pakaian dengan aktivitas Anda. Jika Anda berencana mengunjungi tempat-tempat wisata di kota, pakaian berlapis yang mudah dilepas atau ditambahkan akan sangat ideal. Untuk mendaki gunung atau mengunjungi daerah pedesaan, pilihlah pakaian yang lebih kuat dan sesuai dengan kondisi cuaca.
Untuk Acara-Acara Khusus: Jika Anda berencana makan di restoran mewah atau menghadiri acara seperti pertunjukan geisha, upacara minum teh, atau acara serupa, pakaian yang lebih formal akan diperlukan. Kunci utamanya adalah berpakaian rapi, sopan, dan nyaman agar Anda dapat berpartisipasi dalam acara tersebut dengan hormat.

Jangan lupa sisakan ruang di koper Anda untuk oleh-oleh atau barang-barang unik lainnya yang mungkin Anda temukan. Anda bisa mengosongkan ruang di koper, atau membawa tas lipat untuk menyimpan barang-barang tambahan yang Anda beli selama perjalanan.
Kesimpulan
Berpakaian sesuai musim di Jepang tidak hanya membuat Anda nyaman, tetapi juga merupakan penghormatan, dan bagian dari budaya tersebut. Dengan tips ini, Anda dapat memaksimalkan waktu Anda di Jepang, tetap nyaman, hormat, dan bergaya ke mana pun Anda pergi.