Pergi ke Cina dan penasaran berapa usia legal untuk minum alkohol? Entah Anda ingin mencicipi anggur lokal, bersulang baijiu dalam perayaan, atau sekadar bersantai menikmati bir dingin setelah seharian menjelajah, penting untuk memahami aturan yang berlaku.
Dari kota-kota metropolitan seperti Shanghai hingga wilayah seperti Hong Kong, Macau, dan Taiwan, peraturan tentang alkohol dan budaya minum mungkin sedikit berbeda, tetapi memiliki dasar-dasar yang sama.
Saat menikmati perjalanan Anda, jangan lupa membawa eSIM perjalanan iRoamly China agar Anda tetap terhubung dan dapat membagikan pengalaman Anda secara online kepada teman dan keluarga.
Inilah semua yang perlu Anda ketahui sebelum minum minuman beralkohol di Cina.

Usia Legal untuk Minum di China
Usia legal untuk minum di daratan China adalah 18.
Itu berarti adalah ilegal bagi siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun untuk membeli, mengonsumsi, atau memiliki alkohol, sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Muda tahun 1991. Peraturan ini berlaku untuk bir, anggur, baijiu, dan semua jenis minuman beralkohol.

Di kota-kota metropolitan China seperti Beijing atau Shanghai, Anda mungkin akan menemukan toko serba ada dan bar yang meminta kartu identitas, terutama jika Anda terlihat masih muda.
Namun, di kota-kota kecil atau lingkungan yang lebih santai, bukan hal yang aneh jika anak-anak di bawah umur bisa mendapatkan alkohol dengan mudah.
Akan tetapi, sebagai pengunjung, sebaiknya Anda mengikuti peraturan setempat dan menghindari minum alkohol di bawah umur — terutama karena hukum bisa diterapkan lebih ketat di daerah yang populer di kalangan orang asing atau di bar-bar ekspatriat.
Batas Usia Legal Minum Alkohol di Wilayah Lain
Batas usia legal untuk minum alkohol umumnya adalah 18 tahun di Tiongkok Daratan, tetapi di wilayah tetangga seperti Hong Kong, Macau, dan Taiwan, peraturan berbeda dan pengunjung harus tahu apa yang diharapkan.
Hong Kong
Anehnya, tidak ada batas usia legal minimum untuk mengonsumsi alkohol di tempat pribadi. Menjual alkohol kepada mereka yang berusia di bawah 18 tahun dilarang di bar, restoran, dan tempat berizin lainnya. Ini berarti bahwa banyak tempat umum mungkin tidak melayani Anda jika Anda berusia di bawah 18 tahun.

Macau
Di sini, hukumnya cukup jelas. Sejak peraturan yang baru, 18 adalah usia legal untuk membeli dan mengonsumsi alkohol. Pengecer dan tempat harus meminta ID, dan ada denda yang ketat jika mereka ketahuan menjual alkohol kepada pelanggan di bawah umur.
Taiwan
Seperti Tiongkok Daratan dan Macau, batas usia legal untuk minum alkohol adalah 18 tahun. Adalah ilegal untuk membeli atau mengonsumsi alkohol jika Anda berusia di bawah 18 tahun, dan vendor dapat didenda karena menjual kepada minor.
Taiwan memiliki pendekatan yang lebih ketat untuk menegakkan undang-undang ini, khususnya di kota-kota.
Meskipun batas minimumnya secara teknis masih 18 di seluruh wilayah ini, penegakan bervariasi, terutama di daerah non-turis.
Untuk memastikan, wisatawan harus memiliki identifikasi pada mereka dan menganggap 18 sebagai usia legal, apakah mereka berada di Shanghai, Taipei, atau Hong Kong.
Aturan Minum Alkohol: Apa yang Boleh dan Tidak Boleh
Aturan mengenai alkohol di Tiongkok sebenarnya tidak terlalu rumit, tetapi ada beberapa hal penting yang perlu diketahui wisatawan agar tetap menghormati aturan dan menjaga keselamatan.
1. Minum di Tempat Umum
Di Tiongkok, aturan terkait minum alkohol di tempat umum tidak seketat di banyak negara Barat. Anda masih bisa mengonsumsi alkohol di taman, di sudut jalan, atau bahkan di warung makan kaki lima hingga larut malam.
Namun, yang terpenting bukanlah minumannya, melainkan perilaku Anda. Jika Anda membuat keributan, bersikap agresif, atau kehilangan kendali setelah minum, polisi mungkin akan turun tangan. Bahkan jika masalahnya bukan disebabkan oleh alkohol yang Anda konsumsi.
Mungkin ada beberapa batasan di kota-kota besar (seperti di transportasi umum, sekolah, atau dekat gedung pemerintahan), tetapi ini lebih untuk mencegah gangguan ketertiban, bukan karena masalah konsumsi alkohol itu sendiri.

2. Penjualan Alkohol dan Batasan Usia
Penjualan alkohol dilarang kepada siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun, baik di supermarket, minimarket, bar, maupun restoran. Beberapa toko, terutama di kota-kota besar, mungkin meminta kartu identitas.
Sebagai wisatawan, Anda wajib mematuhi hukum yang berlaku. Jika Anda belum berusia 18 tahun, sebaiknya jangan mencoba membeli alkohol.
3. Minum dan Mengemudi: Tanpa Toleransi
Untuk urusan ini, Tiongkok sangat tegas. Batas kadar alkohol dalam darah (BAC) bagi pengemudi adalah 0,0%. Artinya, sedikit saja alkohol terdeteksi dalam tubuh Anda, Anda bisa mendapat masalah besar.
Jika Anda mengemudi dan terkena razia, hukuman yang mungkin Anda terima antara lain:
Denda yang besar
Penangguhan atau pencabutan izin mengemudi
Penahanan atau penangkapan (untuk pelanggaran berat)
Deportasi atau masalah visa (bagi warga negara asing)
Polisi sering mengadakan razia secara acak, terutama untuk kasus mengemudi dalam keadaan mabuk selama musim liburan atau akhir pekan. Saran saya? Jika Anda sudah minum alkohol, jangan mengemudi.

Budaya Minum di China
Di China, minum tidak pernah hanya sekadar minum. Ini adalah aktivitas sosial yang menjadi bagian dari makan malam, pesta, dan kesepakatan bisnis. Baik itu dalam pertemuan keluarga atau acara khusus, biasanya ada banyak alkohol, dan baijiu (semacam arak khas China) mengalir dengan bebas.
Adalah tradisi bagi tuan rumah untuk menyajikan minuman sebagai bentuk sambutan dan bagi penerimanya untuk menerima tawaran tersebut sebagai tanda hormat.
Salah satu kebiasaan yang mungkin Anda temui adalah konsep "ganbei" atau minum sampai habis. Ini adalah cara orang China untuk mengatakan "bersulang," tetapi intinya adalah: sering kali Anda diharapkan untuk menghabiskan seluruh isi gelas Anda sekaligus.
Menolak minuman secara sopan bukanlah tindakan yang tidak sopan, meskipun ada baiknya untuk memiliki alasan, seperti Anda ingin tetap "waspada" demi keselamatan atau karena alasan "kesehatan." Membuat toast atau bersulang selama makan adalah kebiasaan umum di sana, biasanya untuk merayakan hari libur atau acara-acara penting, jadi jangan ragu untuk ikut bergabung!

Etika minum dapat sedikit berbeda tergantung pada wilayahnya, tetapi secara keseluruhan, suasananya selalu meriah dan ramah.
Entah itu minum beberapa bir bersama teman-teman di warung BBQ pinggir jalan atau sebotol arak beras di desa terpencil, minum sering kali lebih tentang keakraban daripada alkohol itu sendiri.
Hal yang Perlu Diperhatikan Wisatawan
Jika Anda ingin mengonsumsi alkohol saat berwisata di Tiongkok, berikut beberapa tips untuk Anda:
Selalu bawa kartu identitas, terutama jika Anda berusia di bawah 18 tahun. Meskipun tidak selalu diterapkan, bar, klub, dan toko di area wisata mungkin meminta Anda menunjukkan bukti usia.
Nikmati baijiu secukupnya. Baijiu adalah minuman beralkohol tradisional Tiongkok, dan kadar alkoholnya cukup tinggi – biasanya di atas 50%. Anda akan sering menemuinya saat makan dan perayaan, jadi minumlah perlahan!

Tidak masalah jika Anda menolak minuman saat sudah merasa cukup minum. Cukup tersenyum, minum teh, atau katakan saja "Saya tidak minum alkohol" dan mereka tidak akan memaksa, terutama di kota-kota besar.
Hindari mabuk di tempat umum. Walaupun minum di jalanan secara teknis legal, Anda bisa mendapat masalah jika mabuk dan membuat keributan.
Jangan mengemudi setelah minum alkohol. Tiongkok menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap mengemudi dalam keadaan mabuk. Jangan ambil risiko — hukumannya berat.
Hormati budaya setempat. Jika Anda minum bersama orang lain, ingatlah bahwa di banyak negara, minum bukan hanya soal mabuk, tetapi tentang membangun hubungan. Perhatikan kapan waktu yang tepat untuk bersulang dan cara menolak tawaran minum dengan sopan.
Para wisatawan dipersilakan untuk menikmati kehidupan malam di Tiongkok yang meriah, tetapi menjaga rasa hormat dan memahami etika tradisional akan membuat perjalanan Anda jauh lebih nyaman dan menyenangkan.
FAQ
1. Jenis minuman beralkohol apa yang populer di Tiongkok?
Pilihan minuman meliputi bir, baijiu (minuman beralkohol kuat yang terbuat dari biji-bijian), dan arak beras.
2. Apakah Tiongkok memiliki area/kota/provinsi "kering"?
Tidak, konsumsi alkohol legal di seluruh negeri. Tidak ada area "kering".
3. Apakah alkohol mahal di Tiongkok?
Bir dan minuman keras lokal biasanya tidak mahal, tetapi anggur dan wiski impor harganya bisa tinggi.
Kesimpulan
Alkohol adalah bagian penting dari budaya sosial di China, mulai dari perayaan hingga saat makan.
Sebagai wisatawan, sebaiknya Anda mengikuti hukum setempat, minum secukupnya saja, dan bersikap terbuka terhadap budaya yang ada.
Mari bersulang untuk penjelajahan yang aman dan penuh hormat di China!