Apakah ganja legal di Jepang? Hal yang perlu kau tahu

On THIS PAGE Jump to
Author image
Ditulis oleh Maria Gomez
Nov 26, 2025 5-menit baca

Apakah ganja legal di Jepang?

Bagaimana pendekatan Jepang terhadap ganja berbeda, dan apa yang perlu Anda ketahui agar tidak tersandung masalah? 

Kami menelusuri hukum dan peraturan Jepang terkait ganja untuk mengetahui batasan penggunaan, kepemilikan, dan penjualannya.

Entah Anda sedang merencanakan perjalanan ke Jepang atau hanya ingin tahu tentang undang-undang narkoba di sana, sangat penting untuk memahami aturan-aturan ini agar tidak melanggar hukum.

Dan satu hal lagi—jangan lupa untuk membawa iRoamly Jepang travel eSIM. Ini adalah cara yang andal untuk tetap terhubung dan mengakses informasi penting selama perjalanan Anda!

Apakah Ganja Legal di Jepang?

Apakah Ganja Legal di Jepang?

Tidak. Ganja ilegal di Jepang.

Berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Cannabis dan Undang-Undang Pengendalian Narkotika dan Psikotropika yang baru diperbarui di Jepang, penggunaan, kepemilikan, penanaman, penjualan, pembelian, atau impor/ekspor tanaman ganja atau produk turunannya adalah ilegal.

Apakah Cannabinoid Legal di Jepang?

CBD dan cannabinoid lainnya legal di Jepang, selama tidak mengandung THC sama sekali. Inilah definisi hukum yang membedakan cannabinoid dari ganja ilegal.

Cannabinoid tersedia luas dalam bentuk minyak, krim, dan suplemen makanan, serta digunakan untuk manfaat kesehatan tanpa efek psikoaktif.

Medical and Industrial Hemp di Jepang

1. Apakah Legal?

Ya, tetapi dengan pembatasan yang signifikan.

Ada banyak ketentuan dan pengecualian yang terlibat.

Pada dasarnya, sisi industri dari cannabis, seperti biji iroamly dan batang yang sudah tua, legal untuk penggunaan industri dalam produk seperti pakan ternak dan minyak esensial, tekstil, atau benda yang digunakan dalam praktik keagamaan Shinto tradisional. Tetapi hampir semua hal lain ilegal, mulai dari penggunaan untuk rekreasi hingga penggunaan medis yang tidak bersertifikat.

Medical and Industrial Hemp di Jepang

2. Peraturan Ketat tentang Izin Budidaya

Pemerintah Jepang sangat berhati-hati dalam memberikan izin untuk membudidayakan cannabis.

Pada akhir tahun 2022, hanya 27 izin untuk membudidayakan tanaman ini yang pernah dikeluarkan di negara ini. Kontrol yang ketat ini membuat pasar untuk tanaman cannabis dan produk turunannya hampir tidak ada, karena hanya peneliti atau petani berlisensi yang dapat menanamnya secara legal.

Menurut Undang-Undang yang baru direvisi tentang Regulasi Budidaya Tanaman Cannabis (diharapkan berlaku pada tahun 2025), seseorang harus mengajukan permohonan izin penanam tanaman cannabis terlebih dahulu, baik Kelas I atau Kelas II, tergantung pada tujuan budidayanya, jika mereka ingin menanam tanaman cannabis:

Izin Pembudidaya Cannabis Kelas I:

  • Pembudidaya cannabis Kelas I adalah orang yang membudidayakan tanaman cannabis untuk mengumpulkan bahan mentah, termasuk batang yang sudah tua, biji, atau produk lain (misalnya produk CBD) yang diizinkan.

  • Mereka dapat menanam tanaman cannabis yang hanya mengandung THC, asalkan kandungan THC tidak melebihi 0,3% dari berat tanaman.

  • Mereka yang menanam cannabis Kelas I memerlukan izin dari gubernur, yang harus diperbarui setiap tiga tahun.

Pembudidaya cannabis Kelas I berlisensi diizinkan untuk mengekstrak CBD dari tanaman cannabis yang mereka tanam dengan izin tambahan dari Menteri Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan.

Izin Pembudidaya Cannabis Kelas II:

  • Petani cannabis medis Kelas II membudidayakan tanaman untuk bahan mentah dalam aplikasi farmasi.

  • Mereka diizinkan untuk membudidayakan tanaman cannabis dengan konsentrasi THC tinggi.

  • Izin Kelas II untuk membudidayakan cannabis dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan dan harus diperbarui setiap tahun.

3. Perubahan Hukum untuk Medical Cannabis dan Cannabinoid

Perubahan hukum telah melonggarkan kontrol pada produk obat-obatan yang dibuat dari cannabis.

Produk semacam itu sekarang tersedia jika diakui oleh Undang-Undang Produk Farmasi dan Alat Kesehatan – bahkan jika mengandung cannabis.

Namun, setiap produk farmasi yang mengandung THC akan terus diklasifikasikan sebagai narkotika yang dikendalikan secara ketat, yang memerlukan izin pembuatan dan distribusi juga. Ini berarti penggunaan cannabis secara langsung untuk tujuan medis, di luar produk farmasi yang disetujui, tetap ilegal.

Undang-Undang dan Hukuman Terkait Ganja di Jepang

Di Jepang, masalah ganja ditangani dengan sangat serius. Undang-Undang Pengendalian Ganja, yang diberlakukan sejak tahun 1948, telah mengalami beberapa kali perubahan, dan revisi tersebut selalu memperketat hukuman serta pembatasan terkait ganja. 

Apa Saja Hukuman untuk Tindak Pidana Ganja di Jepang?

Mulai 12 Desember 2024, undang-undang terkait ganja di Jepang akan diperketat secara signifikan:

  • Kementerian Kesehatan mengusulkan bahwa siapa pun yang menggunakan, memiliki, atau menanam ganja dapat dikenai hukuman penjara hingga tujuh tahun.

  • Hukuman maksimal hingga tujuh tahun juga diusulkan untuk kepemilikan ganja, serta untuk tindakan mengalihkan atau menerima ganja, beserta denda hingga 2 juta JPY.

  • Sementara itu, kegiatan menanam, mengekspor, atau mengimpor ganja dapat berakibat hukuman sepuluh tahun penjara dan denda hingga 3 juta JPY.

Sebelumnya, Jepang relatif toleran terhadap penggunaan ganja demi melindungi petani rami lokal. Namun, pemerintah kini berupaya memastikan bahwa semakin sedikit orang, terutama generasi muda, yang mengonsumsi ganja.

Undang-Undang dan Hukuman Ganja Jepang

Apa yang Perlu Diketahui Wisatawan? 

Jika Anda berencana mengunjungi Jepang, undang-undang ini berlaku sama bagi Anda seperti halnya bagi penduduk setempat. Negara ini dapat memberlakukan aturan yang sama ketatnya terhadap turis seperti terhadap warga negaranya terkait masalah narkoba. Oleh karena itu, tertangkap dengan ganja dengan alasan tidak mengetahui aturan yang berlaku tidak akan membantu Anda menghindari hukuman berat.

Konsekuensinya bisa berupa hukuman penjara atau deportasi. Dan, perlu diingat, tidak ada perlakuan khusus bagi turis—Anda tetap diharapkan untuk mematuhi hukum yang berlaku. Memahami peraturan setempat di Jepang sama pentingnya dengan memperhatikan isu keselamatan turis di Jepang untuk memastikan perjalanan yang aman dan tanpa masalah.

Bagaimana Perbandingan Pendekatan Jepang terhadap Regulasi Ganja dengan Tren Global?

Sementara sebagian besar negara di dunia sedang melonggarkan aturan terkait ganja, Jepang justru bertentangan dengan tren ini dan tetap menerapkan kebijakan yang ketat. Tingkat penggunaan ganja di Jepang tergolong rendah, baik jika dibandingkan dengan negara lain maupun dengan jenis narkoba lainnya. Menurut data dari Wikipedia, hanya 1,8% dari populasi Jepang yang pernah mencoba ganja pada tahun 2019.

Pemeriksaan Pabean untuk Wisatawan

Jika Anda berencana bepergian ke Jepang, ingatlah bahwa pemeriksaan pabean sangat ketat. Segala jenis cannabinoid atau produk berbahan dasar ganja yang mengandung THC tunduk pada hukum yang ketat, dan upaya mengimpornya dapat berakibat pada tuntutan pidana, denda, atau bahkan deportasi. 

Jepang memiliki daftar panjang barang-barang yang dilarang masuk. Sebaiknya Anda mempelajarinya sebelum bepergian untuk menghindari kesalahan yang tidak disengaja dan memastikan kelancaran perjalanan.

Untuk mengetahui barang apa saja yang tidak boleh dibawa ke Jepang, kunjungi: https://www.customs.go.jp/english/summary/passenger.htm

Sikap Masyarakat Jepang Terhadap Ganja

Penggunaan ganja sangat distigmatisasi di Jepang. Hukum dan opini publik sama-sama menganggapnya merusak sendi-sendi sosial dan kestabilan individu. Selain itu, skandal yang melibatkan tokoh masyarakat meningkatkan kesadaran dan diskusi publik tentang hal ini.

Sikap Masyarakat Jepang Terhadap Ganja

Penangkapan Paul McCartney di Bandara Internasional Narita pada tahun 1980 dan kasus pengusiran empat pesumo dari dunia olahraga pada tahun 2008 akibat tuduhan terkait ganja, telah membentuk diskusi modern tentang penggunaan ganja. Kasus-kasus ini menarik perhatian tentang bagaimana olahraga di Jepang terkena dampak dari kontroversi tersebut.

FAQ

1. Apakah *vape* ilegal di Jepang? 

Perangkat *vape* sendiri tidak ilegal, tetapi penggunaan *cartridge* yang mengandung THC dilarang. Cairan berbasis nikotin diatur, namun diperbolehkan.

2. Apakah CBD legal di Jepang? 

Hanya jika sama sekali tidak mengandung THC, dan itupun penjualannya sangat dibatasi.

3. Apakah turis dites narkoba di Jepang?

Meskipun turis umumnya tidak menjadi target tes narkoba, tuduhan perilaku ilegal atau penggunaan narkoba lainnya dapat menimbulkan kecurigaan.

Ringkasan

Memahami undang-undang tentang ganja di Jepang penting bagi para pengunjung dan penduduk. Dengan undang-undang yang ketat dan sedikit toleransi sosial terhadap penggunaan narkoba, menghindari masalah hukum bisa semudah mendapatkan informasi yang benar.

Dengan begitu, Anda dapat menikmati waktu Anda di negara ini tanpa khawatir akan konsekuensi hukum yang tidak diinginkan.